Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Opini

Musabab Startup Gagal, Bakar Duit Tak Perlu hingga Founder Egois dan Inkonsisten

1214
×

Musabab Startup Gagal, Bakar Duit Tak Perlu hingga Founder Egois dan Inkonsisten

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Belakangan ini, ada beberapa pertanyaan yang ditujukan ke saya menyoal fenomena kerap terjadinya startup gulung tikar. “Teguh, startup sering banget gagal, meskipun sudah digedor modal ventura. Apa pendapat Teguh?,” begitu kira-kira bunyinya.

Menurut pendapat saya, banyak faktor yang menyebabkan kegagalan startup. Meski pun mereka telah diguyur banyak pendanaan tak lantas itu menjamin sebuah startup akan bisa eksis lama. Kendala tersebut di antaranya :

Example 300x600

Peran Founder (Pendiri)

  1. a) Tidak konsisten. Awalnya ia mempunyai ide yang bagus namun di tengah jalan setelah mendapatkan permodalan seringkali Founder mendapatkan ide baru. Lalu ia mulai inkonsisten dengan ide yang dijual ke investor. Sebab Founder terlalu asik mengembangkan ide barunya.
  2. b) Tidak visioner. Ide awal yang dijual ke investor awalnya bagus dan menarik banyak pendanaan di tengah jalan saat mengembangkan produk Founder mulai tidak kreatif. Tidak sesuai dengan visi awalnya untuk mengembangkan produknya itu sendiri.
  3. c) Founder belum tentu leader. Saat mendapatkan pendanaan Founder terkadang egois, merasa dialah yang harus menduduki kursi CEO. Tanpa ia sadar diri dalam menahkodai satu perusahaan tidak hanya dibutuhkan ide dan konsep saja, Seorang CEO atau leader perusahaan bertugas mengaktualisasikan ide, konsep dan gagasan awal.

Ini yang seringkali terjadi di bisnis startup. namun tak jarang juga Founder menyerahkan kursi CEO kepada Co-Foundernya. Karena ia sadar bahwa menjadi seorang CEO atau leader adalah seni memimpin, mengelola, mesupervisi sekaligus mentor untuk timnya.

  1. d) Transfer knowlege. Ketidakmampuan seorang Founder mentransfer ide, konsep, gagasan kepada tim Tech (IT) adalah kesalahan besar di dunia startup. Karena sekali ia salah mentransfer isi kepalanya ke dalam bentuk produk, maka akan salah pula produk yang dihasilkan. Alias tidak sesuai dengan ide dan konsep awal yang dijual kepada investor.

 

Tim

  1. a) Kesalahan memilih tim perintis. Tim awal atau tim perintis adalah pondasi awal arah perusahaan startup. Lewat tim perintis ini akan menghasilkan etos kerja, budaya kerja, kebiasaan kerja, serta jadi acuan terhadap tim berikutnya yang akan direkrut.
  2. b) Banyak startup yang merekrut tim managerial up yang bermodalkan ijazah luar negeri. Sepengalaman saya yang pernah memiliki tim lulusan dalam negeri dan luar negeri. Yang membedakan keduanya adalah etos kerja dan kemandirian kerja. Yang satu harus sering disupervisi dan satunya mereka mandiri tanpa harus diawasi 24 jam,

Namun secara skill, knowladge dan leadership, lulusan dalam negeri tidak kalah dengan lulusan luar negeri. Setelah saya pelajari ternyata ini juga salah satu kesalahan investor yang hanya melihat titel tim yang dimiliki startup.

  1. c) Kerjasama tim. Ketidakmampuan Supervisor, Manager, VP di middle Management dalam mengelola tim menjadi salah satu faktor kegagalan startup. Saat mereka tidak bisa bekerja dalam sebuah tim besar, mereka akan terkesan berjalan sendiri sendiri tanpa arah. Apalagi ditunjang CEO yang tidak memiliki karakter leadership yang baik, ini akan menjadi malapetaka besar bagi startup.

 

Sales & Marketing

  1. a) Seringkali tim sales yang direkrut tidak paham produk knowledge. Kemudian tidak adanya training di awal pasca perekrutan karyawan baru, sehingga pada saat tim sales ini terjun ke lapangan akan terjadi salah sasaran.

Kemudian salah penjelasan, salah target, yang berujung sales tidak achieve apa yang di targetkan dan perusahaan. Hanya buang buang waktu dan buang biaya untuk menggaji team yang tidak tepat karena kesalahan tim personalia.

  1. b) Perusahaan tidak menentukan target penjuala. Akhirnya tim sales terkesan berjalan sendiri ditambah lagi tidak ada kontrol dari leader masing masing.
  2. c) Startegi penjualan yang salah. Bakar uang boleh saja tetapi harus dibarengi dengan kontrol kuat untuk memonitoringnya. Sekali kehilangan kontrol terhadap strategi bakar uang ini, maka akan terjadi efek domino yang fatal terhadap internal maupun eksternal perusahaan.
  3. d) Kurang Promosi. Kita sama-sama tahu bahwa perusahaan startup adalah perusahaan rintisan yang baru. Artinya secara brand emage mereka belum dikenal, di sini pentingnya tim promosi yang kuat jika di dalam perusahaan startup tidak memiliki figur yang dikenal di industri tersebut. Dibutuhkan strategi kampanye produk yang murah, efisien & tepat sasaran.
  4. e) Tidak memiliki sales engineer. Sales engineer adalah tim ahli yang menguasai produk dan seorang sales biasanya tidak akan 100% menguasai produk yang dijualnya. Karena tim sales biasanya fokus kepada pelanggan sedangkan sales engineer fokus kepada produk dan menyesuaikan dengan keinginan pelanggan itu sendiri.
  5. f) Seringkali Founder membuang uang untuk hal hal yang tidak perlu atau tidak ia kuasai. Banyak para Founder yang memiliki ide, gagasan, konsep yang bagus, dan idenya tersebut menarik minat Investor untuk ber-nvestasi.

Namun setelah produknya jadi ia dan timnya tidak mampu menjualnya ke pasar. Bahkan, mungkin tim yang dipilihnya karena alasan hemat ia memilih tim yang membantunya dengan gaji murah.

Di mana resikonya si timnya ini tidak memiliki network dan startegi yang cukup.  Sehingga produk yang dijualnya tidak laku (bukan Produknya tidak bagus, tapi cara menjualnya yang tidak tepat sasaran).

  1. g) Pelayanan kepada customer yang kurang baik, karena tim sales yang tidak kooperatif, sehingga ditinggalkan oleh loyal customer.

 

Produk

  1. a) Produk tidak tepat dengan yang diinginkan pasar
  2. b) Produk yang dijual tidak bisa mensimplify keinginan pasar
  3. c) Produk yang dijual terlalu lama didevelop sehingga pasar bosan menunggu dan akhirnya berpindah ke produk baru lainnya.
  4. d) Produk yang di ciptakan mirip atau serupa dengan produk/ brand yang sudah ada.

 

Kesalahan Tata Kelola Perusahaan

  1. a) Kesalahan merekrut tim yang berlebihan tanpa menyesuaikan dengan arah dan strategi perusahaan.
  2. b) Turnover atau pergantian karyawan yang tinggi menyebabkan lamanya proses transfer knowladge/ culture/ kerjasama tim yang berujung kepada lambat tercapainya progress target yang diinginkan perusahaan.
  3. c) Peraturan perusahaan yang sering berubah-ubah tanpa diimbangi dengan kontrol yang baik yang menyebabkan karyawan bingung dengan arah perusahaan.
  4. d) Tidak adanya training, mentoring dan konseling dari tim HR yang berakibat kayawan cenderung akan bekerja tanpa landasan dan arah yang jelas alias semaunya sendiri.
  5. e) Tidak memiliki team Business Development yang baik, Pentingnya tim bisnis development di perusahaan startup adalah mentransfer ide, konsep, gagasan dari sang Founder kepada tulisan/diagram yang dimengerti oleh tim Tech (IT),

Sehingga tim Tech paham dan mengerti maksud serta tujuan produk yang akan dibuatnya. Jika tim Business development dipilih orang yang tidak tepat untuk memvisualkan kepada team IT, maka produk yang dibuat juga akan salah. Dan akan sering terjadi pengulangan yang menyebabkan terbuangnya waktu, biaya dan kesempatan bisnis terkait produk yang akan dijual ke pasar.

  1. f) Konsep bisnis yang berubah-ubah. Karena ketidakmampuan CEO mengelola perusahaan ia merubah bisnisnya hanya sekedar memanipulasi investor agar seolah-olah transaksinya bagus.

Contoh : Sebuah perusahaan startup logistik jasa transportasi menjual idenya kepasar, ditengah perjalanan dengan uang yang masih banyak ia sadar transaksinya tidak cukup untuk mencapai yang ditargetkan oleh investor.

Lalu ia menambahkan anak perusahaan di bawahnya dengan model bisnis Financial Technology yang membiayai transaksi para perusahaan logistik konvensional, produknya seperti Invoice financing dan lainnya.

Transaksi inilah yang dijadikan seolah-olah adalah transaksi perusahaan startup logistik, karena secara traction dan jumlah uangnya mirip-mirip yang bisa diakui sebagai transaksi milikinya.

  1. g) Tim operasional yang tidak bagus. Seberapapun customer yang didapat jika tim operasionalnya tidak kuat maka akan ditinggalkan oleh pelanggan. Pada prinsipnya tim Opersionalah yang memaintenace customer sehingga customer puas dengan pelayanan. Dan janji yang ditawarkan oleh tim sales, jadi formasi tim yang baik adalah operation harus lebih kuat dari tim sales.

 

Tata Kelola Keuangan

  1. a) Ketidakmampuan Founder mencari investor. Founder biasanya akan diberikan pendanaan awal untuk mengaktualisasikan ide, konsep & gagasannya, di tengah perjalanan seringkali kehabisan dana karena bebagai hal logis.

Saat ia tidak pandai atau tidak mampu mencari pendanaan lanjutan, biasanya ia akan terjebak di tengah tengah antara produk belum 100% jadi. Ia dikejar oleh investor awal dan ia juga harus melanjutkan produknya ke tahap berikutnya.

  1. b) Kesalahan menetapkan standar gaji yang berlebihan.
  2. c) Bakar uang yang tidak perlu untuk seremonial, pameran, subsidi dan lainnya.
  3. d) CFO yang buruk adalah cermin cash flow yang buruk
  4. e) Kesalahan menentukan strategi harga jual produk.

 

Demikian paparan singkat dari saya, semoga bermanfaat bagi anda, terimakasih. Oh ya, saran saya bagi para Investor, di luar sana banyak sekali ide, konsep, gagasan yang dimiliki oleh orang yang mungkin tidak memiliki gelar sarjana dari luar negeri.

Tidak memiliki kepiawaian mempresentasikan idenya ke dalam presentasi yang indah, tidak memiliki jaringan ke investor yang baik, tidak memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik, tidak memiliki penampilan necis yang keren, tidak memiliki modal awal yang besar dan lainnya.

Namun. yang para investor inginkan adalah bisnis? Bukankah demikian? Saran saya sering seringlah turun ke bawah, lihat dan pahami langsung. Karena juga tidak sedikit kesalahan juga ada pada para investor tersebut.  Karena ia mempercayakan investasinya kepada seorang investigator ide yang mungkin memiliki keterbatasan di banyak hal. Sehingga ia salah mengnvestasikan uangnya kepada Orang yang salah juga.

 

Salam

Teguh Siswanto,

Wakil Ketua Komite Pengembangan Infrastruktur, Kurir, Logistik dan e-Commerce Kadin

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *