Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Logistik

Volume Kargo KAI Logistik Sepanjang 2023 Capai 28 Juta Ton, 90 Persen Muat Batu Bara

194
×

Volume Kargo KAI Logistik Sepanjang 2023 Capai 28 Juta Ton, 90 Persen Muat Batu Bara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) pada 2023 mencatatkan pertumbuhan bisnis dengan ragam capaian baik pada aspek kinerja keuangan maupun kinerja operasional. Sepanjang 2023 KAI Logistik telah mengelola lebih dari 28 juta ton angkutan barang.

Volume tersebut didominasi oleh angkutan batu bara di Sumatra Selatan yang mencapai 90 persen dari total volume yaitu sebesar 25 juta ton, selanjutnya angkutan kontainer sebesar dua juta ton, semen sebesar 858 ribu ton dan layanan kurir sebesar 7.700 ton. Keberhasilan ini diperoleh melalui kebijakan perusahaan yang menitikberatkan pada peningkatan service layanan serta penyesuaian tarif angkutan.

Example 300x600

Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing KAI Logistik industri logistik secara keseluruhan. Pencapaian kinerja volume yang signifikan tidak hanya mencerminkan pertumbuhan perusahaan, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam menyelaraskan strategi operasional dan komersial dengan dinamika industri untuk mencapai posisi yang lebih kompetitif.

“Tahun 2023, KAI Logistik menunjukkan pertumbuhan yang positif dibandingkan tahun 2022. Pendapatan yang berhasil diakui perusahaan sebesar Rp 1.108 miliar (Rp 1,10 triliun) atau 88 persen dari target RKAP tahun 2023. Walaupun secara target belum tercapai, namun KAI Logistik tumbuh sembilan persen dibandingkan 2022. Pertumbuhan tersebut di atas dari pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2023 kisaran lima persen,” ujar Direktur Utama KAI Logistik  TLN Ahmad Malik Syah dalam siaran pers (19/1)

Selain pendapatan usaha, KAI Logistik juga berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 100,4 miliar dan aset yang meningkat lima persen menjadi Rp 886 miliar. Capaian kinerja tersebut merefleksikan keberhasilan perusahaan dalam menerapkan ragam strategi bisnis sepanjang 2023 diantaranya konektivitas logistik antar pulau dengan menghadirkan layanan domestic freight forwarding, penguatan komoditas logistik berpendingin, diversifikasi bisnis melalui layanan limbah B3 menggunakan pengangkutan roll off box, penguatan backbone digitalisasi kemudahan layanan hingga perluasan jaringan kurir dari 153 titik pada 2022 menjadi 172 titik pada 2023.

Pada 2023 juga menandai langkah besar perusahaan dalam penguatan bisnis batu bara guna mendukung program 100.000 mega watt pada 2025 melalui pembangunan Coal Unlaoding Terminal Kramasan, di Sumatra Selatan dan menjadi coal unloading terminal terbesar yang dikelola dengan kapasitas produksi 20 juta ton per tahun.

“Perusahaan optimis mampu mencatatkan kinerja yang lebih baik pada 2024 dengan tingkat pertumbuhan pendapatan sekitar 14 persen menjadi Rp 1,26 triliun. Pertumbuhan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh Terminal Kramasan yang akan mulai beroperasi triwulan IV 2024 dan juga kondisi pertumbuhan ekonomi yang tetap stabil bertumbuh dimana industri logistik diprediksikan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2024,” ujar Malik.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *