Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Transportasi

Imbas Macet Parah Tol Mandara, Kemenhub Mulai Kaji Pembangunan LRT di Bali

229
×

Imbas Macet Parah Tol Mandara, Kemenhub Mulai Kaji Pembangunan LRT di Bali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji pembangunan LRT Bali untuk menangani permasalahan kemacetan di Bali. Pemerintah menilai Bali harus memiliki angkutan massal perkotaan. Tidak bisa lagi hanya menggunakan kendaraan pribadi, karena kunjungan wisata semakin masif.

Selain itu, kehadiran LRT diharapkan dapat mengatasi permasalahan kemacetan di Bali yang seringkali terjadi, khususnya di hari libur nasional dan keagamaan.“Jangka panjangnya kita akan bangun kereta LRT di Bali dari bandara ke sejumlah titik yang selama ini lalu lintasnya padat, seperti di Sunset Road, Legian, dan Canggu,” ujar Budi Karya, Menteri Perhubungan RI dalam siaran pers(31/12).

Example 300x600

Ia mengungkapkan, untuk membangun LRT membutuhkan waktu kurang lebih 3 sampai 4 tahun. “Minggu lalu kami sudah bertemu pihak dari Korea Selatan yang memberikan grant untuk feasibility study (FS) dan akan memberikan official development assistance (ODA) loan, untuk pembangunan LRT Tahap 1 dari bandara sampai Sunset Road,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan bersama PJ Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya dan Kapolda Bali Ida Bagus Kade Putra Narendra membahas penanganan kepadatan lalu lintas dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Minggu (31/12).Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah pihak seperti Otoritas Bandara, Jasa Marga, Jasa Raharja, Angkasa Pura Indonesia, serta unsur terkait lainnya.

Menhub mengungkapkan, salah satu upaya penanganan jangka pendek yang dilakukan yaitu, menyediakan shuttle bus dari dan ke bandara, serta beberapa titik wisata di Bali seperti Nusa Dua, Sentral Parkir Sunset Road, serta Benoa. Bus juga berkeliling di sepanjang Kuta, Legian, serta Canggu dengan headway 15 menit.

“Kami melalui Otoritas Bandara, bersama Kapolda, serta Gubernur Bali akan menginformasikan kepada masyarakat dan airlines, melalui media sosial bahwa tanggal 2 Januari 2024 kegiatan antar jemput bus shuttle sudah dijalankan,” ujar Menhub.

Menhub mengimbau kepada pemilik toko oleh-oleh dan restoran untuk membantu mengatur kendaraan para pengunjung, agar tidak menimbulkan kemacetan. “Begitu kapasitas penampungan parkirnya sudah penuh agar dibatasi tidak sampai keluar ke jalan. Saya mohon Pak Kapolda supaya menempatkan anggota dan memberikan pengertian,” tutur Menhub.

Untuk penanganan jangka menengah, akan dilakukan perbaikan di area bandara oleh Angkasa Pura yaitu berupa penambahan kapasitas parkir dan penambahan jalur kendaraan menjadi 4 jalur. Kemudian, mengupayakan dibangun flyover untuk akses jalan menuju bandara yang akan dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *