Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Tips

Berikut Tips Persiapan Mudik agar Perjalanan Aman, Sehat dan Lancar

156
×

Berikut Tips Persiapan Mudik agar Perjalanan Aman, Sehat dan Lancar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Mudik sudah menjadi tradisi sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama menjelang hari besar keagamaan. Seperti perjalanan jauh pada umumnya, mudik membutuhkan lebih banyak energi tubuh dibandingkan aktivitas harian lain.

Tak hanya itu, perjalanan mudik yang panjang juga bisa saja membuat sobat dan keluarga lebih rentan mengalami masalah kesehatan, mulai dari mabuk perjalanan, ISPA, hingga diare karena mengonsumsi sembarang makanan yang terkontaminasi kuman.

Example 300x600

Tips Mudik Sehat dan Aman

Guna mencegah terjadinya gangguan selama perjalanan, sobat sehat tentu perlu mempersiapkan mudik dengan matang. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa diterapkan agar mudik tetap sehat dan aman:

1.    Rencanakan rute perjalanan secara matang

Hal pertama yang perlu dilakukan agar mudik sehat dan aman adalah merencanakan perjalanan secara matang. Mulailah dengan mencari tahu opsi rute perjalanan yang dapat dilalui. Pertimbangkan opsi rute perjalan tersebut dengan baik, misalnya dari segi keamanan dan lama waktu perjalanan.

Bila memilih mudik dengan kendaraan pribadi, pastikan mesin kendaraan dalam keadaan baik. Jangan lupa juga untuk mengenakan helm jika menggunakan sepeda motor dan sabuk pengaman bila mengendarai mobil agar perjalanan aman.

Sementara itu, jika ingin menggunakan transportasi umum, seperti pesawat, bis, atau kereta api, cobalah untuk menghindari moda transportasi yang terlalu ramai atau sesak agar mudik terasa lebih nyaman, serta mengurangi risiko tertular penyakit selama perjalanan.

2.    Bawa obat-obatan pribadi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perjalanan panjang seperti mudik akan menghabiskan lebih banyak energi, sehingga lebih rentan untuk terserang penyakit selama perjalanan.

Guna menghindari risiko terjadinya masalah kesehatan selama mudik, disarankan membawa beberapa jenis obat-obatan, seperti obat mabuk perjalanan, obat sakit kepala, dan obat-obatan pribadi yang sedang dikonsumsi jika sedang menderita penyakit tertentu.

3.    Hindari makan sembarangan selama perjalanan mudik

Selama perjalanan mudik, terutama melalui jalur darat, tentu sering melihat berbagai macam makanan dan minuman yang dijajakan sepanjang jalan. Sebagian orang mungkin melakukan mudik sambil berpuasa, dan sebagian orang juga mungkin tidak berpuasa dikarenakan ada udzur/halangan bagi pelaku perjalanan jauh.

Harus diingat, walaupun menggugah selera, sebaiknya menghindari konsumsi makanan yang dijajakan di pinggir jalan. Pasalnya, kita tidak tahu pasti bagaimana makanan dan minuman tersebut diolah. Makanan atau minuman yang dijajakan secara terbuka di pinggir jalan juga lebih mudah terpapar kuman.

Oleh karena itu, agar lebih aman, sebaiknya membawa bekal sendiri dari rumah. Namun, jika memang harus membeli makanan atau minuman selama perjalanan mudik, sebaiknya beli air minum dalam kemasan dan makanan yang dimasak secara bersih hingga matang.

4.    Istirahat bila merasa lelah

Rasa lelah dan mengantuk saat berkendara adalah salah satu pemicu utama terjadinya kecelakaan. Kondisi ini dapat dikenali dengan beberapa tanda, mulai dari sering menguap, mengedipkan mata secara berulang, hingga sulit mengingat rute perjalanan yang telah dan akan dilalui.

Agar tetap terjaga dan fokus berkendara, jangan tunda untuk menepi lalu beristirahat atau tidur sejenak di pos kesehatan atau rest area segera setelah merasakan tanda mengantuk dan kelelahan. Dengan begitu, sobat pun dapat terhindar dari risiko terjadinya kecelakaan di perjalanan.

5.    Kelola stres

Salah satu ciri khas perjalanan mudik adalah lalu lintas yang padat dan kemacetan berkepanjangan. Kondisi ini tak jarang membuat seseorang mudah merasa marah dan mengalami stres.

Untuk meredakan stres selama perjalanan, sobat dapat mendengarkan musik agar merasa lebih tenang atau mencoba teknik relaksasi sederhana, yaitu dengan mengambil napas yang dalam dan menghembuskannya perlahan secara berulang.

Pentingkah melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi?

Penting! Pemeriksaan kesehatan pada pengemudi di fasilitas pelayanan kesehatan perlu untuk dilakukan sebelum melakukan perjalanan jauh memiliki beberapa tujuan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi fit dan layak untuk mengemudi, dan mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi pengemudi yang tidak layak mengemudi.

Bagaimana cara peregangan selama di perjalanan?

Peregangan dapat dilakukan setiap 4 jam atau saat pengemudi merasa lelah atau mengantuk. Peregangan yang dilakukan memiliki manfaat untuk  mengurangi ketegangan otot, mengurangi resiko nyeri punggung, mengurangi resiko cedera otot atau kram dan membuat rileks. Peregangan juga dapat dilakukan didalam kendaraan saat terjadi kemacetan. Berikut cara melakukan peregangan:

·       Kepala menoleh ke kiri, tahan selama 8 hitungan

·       Kepala menoleh ke kanan, tahan selama 8 hitungan

·       Angkat kedua lengan sejajar dengan bahu, pergelangan tangan ditekuk ke atas 90 derajat. Tahan selama 8 hitungan.

·       Angkat kedua lengan sejajar dengan bahu, pergelangan tangan ditekuk ke bawah 90 derajat. Tahan selama 8 hitungan.

·       Tangan kanan memegang paha kiri, tangan kiri memegang sandaran kursi, hadapkan badan ke kiri. Tahan selama 8 hitungan

·       Lakukan seperti gerakan 5 arah sebaliknya. Tahan selama 8 hitungan.

·       Angkat kedua tungkai kedepan, tekuk pergelangan kaki keatas. Tahan selama 8 hitungan.

·       Angkat kedua tungkai keatas dengan pergelangan kaki lurus kedepan. Tahan selama 8 hitungan.

Itulah beberapa tips persiapan mudik yang bisa sobat sehat terapkan agar perjalanan menuju kampung halaman dapat berjalan lancar dan aman serta kesehatan yang tetap terjaga.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444H, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Yaa Kariim, Mohon Maaf Lahir dan Batin

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *