PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) emiten penyedia layanan transportasi, logistik, dan ekosistem kendaraan bekas, mencatatkan laba bersih Rp98,4 miliar pada kuartal pertama 2026.Berdasarkan laporan keuangan ASSA, perolehan laba ini turun 3,25% secara tahunan atau dari Rp101,7 miliar di kuartal yang sama tahun lalu.
Padahal pendapatan ASSA tumbuh 11% menjadi Rp1,54 triliun pada kuartal pertama 2026, dibandingkan Rp1,39 triliun pada periode yang sama 2025.“Penguatan pilar bisnis logistik serta performa stabil di lini rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan perseroan periode ini,” kata Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama ASSA, dalam siaran pers(28/4).
Namun kenaikan pendapatan ini juga diikuti peningkatan beban biaya operasional, menyusul adanya investasi infrastruktur ASSA dan persiapan proyek baru.Beban pokok pendapatan ASSA pada kuartal pertama tahun ini tercatat sebesar Rp1,08 triliun, meningkat dari Rp967,21 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara beban umum dan administrasi meningkat 23,35% secara tahunan menjadi Rp225,05 miliar, atau dari Rp182,45 miliar.Terkait situasi geopolitik yang masih panas, Prodjo mengaku ASSA akan menjalankan usahanya dengan penuh kehati-hatian.
Oleh karena itu, ASSA memilih melakukan kegiatan ekspansi secara terukur, dengan fokus pada peningkatan efisiensi kapasitas dan kualitas layanan.“Sekarang ini kami akan lebih fokus pada upaya untuk memenuhi permintaan yang ada sambil terus menata infrastruktur agar makin baik dan bisa tumbuh secara sehat di 2026,” kata Prodjo.
Pada bisnis logistik, ASSA memilih fokus ekspansi pada integrasi layanan logistik end-to-end untuk klien B2B, guna meningkatkan efisiensi operasional jangka panjang.Sementara terkait infrastruktur, ASSA menambah kapasitas gudang serta melakukan digitalisasi sistem pengiriman.
Investasi di infrastruktur ini ikut mendorong biaya di awal tahun, termasuk di dalamnya penambahan pegawai untuk melayani klien-klien B2B.Adapun pada pilar bisnis rental (ASSA Rent) dan Bisnis Mobil Bekas (Caroline.id, JBA dan MotoGadai) ASSA fokus pada upaya peningkatan sinergi ekosistem.
Pada pilar bisnis ini Caroline.id sebagai diler mobil online to offline, ASSA mencatat kinerjanya mulai mencapai titik impas atau Break Event Point (BEP).Sementara pendapatan dari bisnis lelang JBA mengalami tekanan, akibat dari terjadinya penurunan penjualan mobil baru di tahun 2025.
Hal ini tidak lepas dari ketatnya penyaluran pembiayaan dari perbankan dan perusahaan pembiayaan (leasing).Meskipun demikian, kedua lini bisnis itu tetap menjadi kontributor pendapatan yang stabil bagi ASSA, di tengah masa transisi pilar bisnis logistik.


















