Dalam rangka memperkuat kesiapan operasional Angkutan Lebaran 2026, KAI Logistik kembali menunjukkan peran strategisnya melalui pengiriman 12 unit lokomotif dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. Perusahaan merupakan anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pengiriman ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap kelancaran mobilitas masyarakat pada masa angkutan puncak Lebaran.
Pengiriman dilakukan melalui layanan KALOG Pro pada segmen Project Logistics yang memiliki kapabilitas dalam penanganan kebutuhan logistik heavy cargo.
Sebanyak 12 unit lokomotif tipe CC 206 dengan total bobot mencapai 1.056 ton dikirim secara bertahap. Setiap unit lokomotif memiliki berat sekitar 88 ton. Distribusi dilakukan dengan perencanaan teknis yang komprehensif serta koordinasi lintas fungsi yang terintegrasi.
Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar, mengatakan pengiriman ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung dan menjadi bagian dari ekosistem penyelenggaraan angkutan Lebaran yang andal.
“Kami memastikan seluruh proses pengiriman berjalan sesuai standar keselamatan dan operasional yang ketat. Dengan bobot dan nilai aset yang signifikan, setiap tahapan dirancang secara presisi untuk menjamin keamanan dan ketepatan waktu,” ujar Fahdel dalam siaran pers (24/2).
Ia menjelaskan, distribusi lokomotif dimulai sejak 18 Februari 2026 dengan rute pengiriman dari Depo Gerbong Rejosari Divre IV Tanjungkarang menuju Stasiun JICT wilayah Daop 1 Jakarta.
“Distribusi lokomotif dimulai sejak 18 Februari 2026, dengan rute pengiriman dari Depo Gerbong Rejosari Divre IV Tanjungkarang menuju Stasiun JICT wilayah Daop 1 Jakarta. Proses pengiriman ditargetkan selesai sesuai rencana operasional, dengan peluang percepatan melalui pola kerja yang optimal dan efisien,” kata Fahdel.
Sebagai perusahaan yang telah mengantongi izin Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM), KAI Logistik mengintegrasikan skema multimoda dalam proses distribusi.
Skema tersebut memungkinkan pemilihan moda transportasi yang dinilai paling efektif, mulai dari pengangkutan menggunakan kereta api hingga trucking.
Perusahaan juga menggunakan trailer untuk gerbong datar serta truk multi axle untuk pengiriman lokomotif. Skema ini disebut untuk memastikan kelancaran distribusi sekaligus menjaga standar keselamatan selama proses berlangsung. Kepercayaan dalam pengiriman ini melanjutkan rekam jejak perusahaan setelah sebelumnya berkontribusi dalam pengiriman sarana perkeretaapian berupa tujuh lokomotif pada periode Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
“Kepercayaan berkelanjutan ini menjadi bukti kapabilitas kami dalam menangani pengiriman sarana perkeretaapian bernilai tinggi secara profesional, andal, dan terintegrasi,” tambah Fahdel.
Dalam pelaksanaannya, KAI Logistik mengerahkan tim ahli tersertifikasi di bidang manajemen rantai pasok dan pengelolaan pengiriman untuk memastikan setiap tahap berjalan sesuai prosedur. Seluruh proses pengiriman juga dilindungi asuransi sebagai langkah mitigasi risiko atas barang bernilai tinggi.
Selain itu, pengawasan dilakukan melalui mekanisme joint inspection saat keberangkatan dan penerimaan guna memastikan kondisi lokomotif tetap sesuai standar. “Sebagai bagian dari ekosistem perkeretaapian nasional, KAI Logistik akan terus berkomitmen menghadirkan layanan logistik yang aman, tepat waktu, dan bernilai tambah. Sinergi ini diharapkan semakin memperkuat kesiapan operasional Angkutan Lebaran 2026, sehingga mobilitas masyarakat selama periode tersebut dapat berlangsung lancar, aman, dan optimal,” tutup Fahdel.



















