PT KAI Logistik (KAI Logistik), anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatat kinerja pengelolaan barang lebih dari 19 juta ton hingga Oktober 2025. Perusahaan menyampaikan capaian tersebut merupakan akumulasi dari berbagai komoditas yang dilayani sepanjang tahun, termasuk angkutan batu bara, BBM/BBK, kontainer, hingga layanan kurir.
VP Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, mengatakan perusahaan mampu menjaga stabilitas operasional memasuki akhir tahun. “Hingga Oktober 2025, KAI Logistik telah berhasil mengelola lebih dari 19 juta ton barang. Capaian ini terdiri dari beragam komoditas utama, di antaranya angkutan batu bara yang masih mendominasi yakni sekitar 14,2 juta ton,” ujar Dwi dalam siaran pers (28/11).
Menurut dia, layanan pra dan purna angkutan BBM dan BBK mencapai 2,5 juta ton, disusul angkutan kontainer sebanyak 2 juta ton. Selain itu, KAI Logistik juga menangani 357.000 ton angkutan semen, 13.266 ton angkutan limbah B3, serta 54.175 ton layanan angkutan kurir.
Dwi menjelaskan, sejumlah lini bisnis mencatat tren peningkatan pada Oktober 2025. Layanan bongkar muat BBM/BBK mencapai volume tertinggi sepanjang tahun, dengan total 275.882 ton atau naik sekitar 10 persen dari rerata bulanan.Ia menyampaikan peningkatan tersebut menggambarkan penguatan operasional serta bertambahnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan perusahaan.
Penguatan infrastruktur dan ekspansi terminal Untuk memperkuat layanan logistik jelang akhir tahun, KAI Logistik tengah mengembangkan Terminal Ronggowarsito Semarang yang berada di jalur strategis lintas utara Jawa. “Saat ini, kami mengelola area seluas 6.000 meter persegi, dan sedang mempersiapkan perluasan tahap kedua seluas 6.100 meter persegi berkapasitas lebih dari 200 TEUs,” ujar Dwi.
Ia menambahkan, perusahaan juga merencanakan pembangunan Ronggowarsito 2 seluas 10 hektare sebagai dry port dan regional logistics hub untuk memperkuat konektivitas logistik nasional. KAI Logistik turut mengembangkan stasiun muat di CY Merapi 2 dengan kapasitas hingga 4,54 juta ton per tahun. Pengembangan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mendukung keandalan layanan logistik energi.
Di sektor pengiriman ritel melalui KALOG Express, perusahaan mencatat pertumbuhan titik layanan yang signifikan. Hingga 31 Oktober 2025, terdapat lebih dari 270 service point yang beroperasi di berbagai wilayah. Penambahan jaringan ini, menurut KAI Logistik, dilakukan untuk mempercepat proses distribusi barang ritel di seluruh Indonesia.
“Serangkaian capaian positif ini menjadi bukti komitmen KAI Logistik dalam menyediakan layanan logistik yang aman, tepat waktu, dan andal. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta memperluas cakupan bisnis untuk mendukung distribusi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Dwi.



















