Kehadiran Ramp Junction Palembang yang menghubungkan sejumlah ruas tol ternyata berdampak pada penghematan waktu tempuh hingga 20 menit. Ramp Junction Palembang sepanjang 12,86 kilometer ini telah tuntas dibangun. Sehingga, Tol Kayu Agung-Palembang, Tol Palembang-Indralaya, dan Tol Indralaya Prabumulih, serta rencana Akses Tol Palembang-Betung kini tersambung.
“Dengan tersambungnya seluruh ramp pada Junction Palembang ini, maka masyarakat tidak perlu keluar masuk gerbang tol lagi ketika berpindah dari satu tol ke tol lainnya. Tentu, ini akan memudahkan dan menghadirkan kenyamanan bagi para pengguna jalan tol,” ucap Aditya Novendra Jaya, Direktur Operasi III PT Hutama Karya Infrastruktur dalam siaran pers (23/10).
Aditya menambahkan, kehadiran ramp yang menghubungkan berbagai jalur strategis seperti Indralaya, Betung, Kayu Agung, dan Palembang diharapkan dapat memperlancar arus logistik, memangkas waktu tempuh, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar.
Proyek Dimulai, Jembatan Layang Sitinjau Lauik Akan Dipastikan Tahan Gempa Artikel Kompas.id Profil Ramp Junction Palembang Ramp Junction Palembang dibangun dalam dua tahap. HKI sendiri mengerjakan enam ramp pada tahap pertama yakni ramp 1 (Betung–Kayu Agung), ramp 2 (Kayu Agung–Indralaya), ramp 3 (Indralaya–Kayu Agung). Kemudian, ramp 5 (Betung–Indralaya), ramp 7A (Betung–Kramasan), dan ramp 7B (Kramasan–Kayu Agung), yang telah diselesaikan pada Februari 2025.
Sementara pada tahap II, HKI membangun empat ramp yakni ramp 4A (Indralaya–Betung), ramp 4B (Kayu Agung–Kramasan), ramp 6 (Betung–Palembang), dan ramp 8 (Palembang–Kayu Agung). Pembangunan ramp junction ini tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Sekitar 40 persen tenaga kerja proyek berasal dari warga lokal, menunjukkan komitmen HKI dalam mendukung pemberdayaan ekonomi dan menciptakan manfaat berkelanjutan bagi komunitas setempat.
Pada 15 Oktober 2025–17 Oktober 2025 lalu, 8 ramp Junction Palembang telah mengikuti Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO), dan memperoleh pemeringkatan tertinggi 5 (lima) bintang. Sebelumnya, ramp 2 dan 3 yang dikerjakan pada tahap I telah mengikuti ULFO terlebih dahulu pada Oktober dan Desember 2024.
“Perolehan lima bintang pada ULFO ini membuktikan komitmen HKI untuk memastikan setiap infrastruktur yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi standar keselamatan dan kelayakan operasional,” tutup Aditya.



















