Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kurir

Banyak Turis Kirim Paket Oleh-Oleh, Lion Parcel Garap Potensi Pasar Logistik Pariwisata Bali

184
×

Banyak Turis Kirim Paket Oleh-Oleh, Lion Parcel Garap Potensi Pasar Logistik Pariwisata Bali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PT Lion Express (Lion Parcel) memperluas penetrasi pasar logistik di sektor pariwisata Bali dengan menargetkan pengiriman barang bawaan wisatawan. Langkah ini menjadi upaya merespons keluhan konsumen terhadap beban tarif kelebihan muatan bagasi pesawat udara.

Strategi akuisisi ceruk pasar ini dieksekusi perusahaan melalui optimalisasi jaringan kemitraan agen lokal untuk menyerap volume pengiriman domestik maupun internasional secara langsung dari titik lokasi liburan.Tingginya biaya tambahan maskapai penerbangan memaksa wisatawan mencari jalur distribusi alternatif untuk memulangkan produk suvenir maupun pakaian pribadi.

Example 300x600

Mitra agen Lion Parcel di wilayah Bali Muhammad Ekhsan, mencatat adanya lonjakan permintaan kargo secara signifikan dari konsumen ritel setiap kali memasuki musim liburan dan akhir pekan panjang.“Banyak wisatawan memilih kirim barang seperti oleh-oleh atau pakaian liburan karena lebih praktis dan hemat,” kata Ekhsan dalam siaran pers kepada Marketeers, Rabu (27/5).

Ekhsan menjelaskan skema tarif pengiriman rute Denpasar menuju Jakarta dipatok pada kisaran Rp 7.000 hingga Rp 37.000 per kilogram, bergantung pada kelas layanan yang dipilih konsumen.Berdasarkan rekapitulasi data operasional keagenannya, distribusi barang terbanyak untuk rute domestik mengarah ke kawasan Jakarta, Medan, dan Makassar.

Pada segmen lintas negara, layanan Lion Parcel menyerap permintaan dari wisatawan mancanegara yang bermukim dalam jangka waktu lama di Bali. Kelompok demografi ini kerap mendistribusikan komoditas lokal yang mencakup kerajinan tangan, fesyen, dan suplemen menuju negara asal mereka, dengan mayoritas tujuan pengiriman berpusat ke Australia, Malaysia, serta Singapura.

Integrasi layanan ekspedisi ke dalam ekosistem pariwisata saat ini menjadi instrumen taktis bagi perusahaan logistik untuk memperlebar pangsa pasar ritel bisnis-ke-konsumen (B2C) di luar sektor transaksi e-commerce.

Pergeseran preferensi pelancong yang memilih jalur kargo dibandingkan kargo bagasi udara komersial menciptakan ruang pendapatan mandiri yang mendongkrak perputaran volume pengiriman (tonase) khusus di wilayah destinasi pelesiran.

Febri Andika, Chief Retail Officer Lion Parcel memposisikan mobilitas pariwisata sebagai motor penggerak permintaan logistik modern. Manajemen merancang sistem keagenan mandiri ini sebagai titik akses utama untuk mengakomodasi jarak fisik dengan pelanggan sekaligus mengerek skala ekonomi masyarakat lokal.

“Kami melihat hal ini bukan hanya menjadi peluang untuk menghadirkan layanan yang memudahkan pelanggan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui kemitraan agen Lion Parcel,” ujar Febri.

Lion Parcel saat ini memfokuskan pendaftaran mitra agen operasional baru di sejumlah wilayah yang mencatatkan tingkat aktivitas pariwisata tinggi di Indonesia. Perusahaan menyelaraskan perluasan jaringan distribusi tersebut dengan peta jalan pertumbuhan industri pariwisata nasional guna memastikan penyerapan kapasitas pengiriman barang dari pelaku usaha mikro di area setempat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *