Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Tak Berkategori

EasyGo Luncurkan Transportation Management System (TMS) EasyGo 2.0, Platform Manajemen Transportasi Berbasis AI

100
×

EasyGo Luncurkan Transportation Management System (TMS) EasyGo 2.0, Platform Manajemen Transportasi Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

EasyGo Indonesia, perusahaan penyedia solusi Transportation Management System (TMS), resmi meluncurkan TMS EasyGo 2.0, generasi terbaru platform manajemen transportasi yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh alur operasional transportasi dan logistik dalam satu sistem end-to-end, real-time, dan didukung teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Peluncuran yang berlangsung di Klub Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini mengusung tema “Connected Transport & Logistics – Now Evolved” sebagai bentuk komitmen EasyGo untuk menghadirkan teknologi yang semakin terhubung, mudah digunakan, serta relevan dengan kebutuhan industri transportasi dan logistik yang terus berkembang. TMS EasyGo 2.0 membawa tiga fondasi utama, yaitu One Platform, End-to-End Visibility, dan AI-Powered.

Example 300x600

Peluncuran ini menjawab tantangan yang selama ini masih dihadapi industri logistik Indonesia. Dalam praktiknya, banyak operasional perusahaan masih bergantung pada sejumlah sistem yang berjalan secara terpisah dan tidak saling terhubung, mulai dari pelacakan GPS, pencatatan order melalui telepon, WhatsApp, atau spreadsheet, pengelolaan vendor, hingga perawatan armada yang baru dilakukan setelah kendaraan mengalami kendala.

Berdasarkan data internal EasyGo dari lebih dari 1.000 klien aktif, biaya bahan bakar dapat mencapai sekitar 35-45 persen dari total biaya operasional logistik. Di sisi lain, rata-rata tingkat pemenuhan Service Level Agreement atau SLA pengiriman masih berada di angka 85 persen, sementara target industri mencapai 95 persen. Perencanaan rute secara manual juga masih dapat memerlukan waktu hingga dua sampai tiga jam setiap harinya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan industri bukan semata-mata disebabkan oleh kekurangan armada atau sumber daya manusia, tetapi juga oleh sistem operasional yang terfragmentasi. Data yang tersebar membuat koordinasi menjadi lebih panjang, respons terhadap masalah lebih lambat, dan manajemen sulit memperoleh gambaran operasional secara menyeluruh.

Evolusi dari TMS EasyGo Menuju TMS EasyGo 2.0

TMS EasyGo 2.0 bukanlah platform yang dibangun dari awal tanpa fondasi sebelumnya. Sebelum versi terbaru ini diluncurkan, EasyGo telah menghadirkan TMS EasyGo sebagai sistem untuk membantu perusahaan mengelola armada, order, pengiriman, dan berbagai aktivitas operasional transportasi.

Melalui TMS EasyGo 2.0, platform tersebut dikembangkan menjadi sistem yang lebih terintegrasi dengan pembaruan pada tampilan antarmuka atau User Interface (UI) dan pengalaman pengguna atau User Experience (UX). Navigasi dibuat lebih intuitif, informasi penting disajikan lebih ringkas, dan berbagai aktivitas operasional dapat dipantau dengan lebih mudah melalui dashboard yang saling terhubung.

Selain pembaruan UI dan UX, TMS EasyGo 2.0 juga menghadirkan penguatan serta penambahan sejumlah modul yang dirancang lebih khusus untuk menjawab kebutuhan operasional transportasi dan logistik. Pengembangan tersebut mencakup pengelolaan perawatan armada, optimasi rute, monitoring berbasis AI, pengelolaan armada mitra, keamanan muatan, pusat kontrol operasional, hingga otomatisasi proses penyelesaian pengiriman dan penagihan.

Dengan pendekatan ini, pelanggan yang telah mengenal TMS EasyGo tetap dapat menggunakan fondasi sistem yang sudah familiar, namun dengan alur kerja yang lebih lengkap, tampilan yang lebih mudah digunakan, dan kemampuan yang dapat dikembangkan sesuai pertumbuhan bisnis.

“TMS EasyGo 2.0 merupakan evolusi dari platform yang selama ini telah digunakan oleh pelanggan kami. Kami tidak hanya memperbarui tampilannya, tetapi juga menyempurnakan pengalaman pengguna dan menambahkan modul-modul yang lebih relevan dengan kebutuhan operasional transportasi saat ini,” ujar Muhammad Andrian, Product Manager OT PT EasyGo Indonesia.

“Tujuan kami sederhana: membantu tim operasional bekerja lebih mudah, memberikan informasi yang lebih jelas kepada manajemen, dan memastikan setiap keputusan dapat diambil berdasarkan data yang terhubung secara real-time,” lanjutnya.

Delapan Tahap, Satu Sistem, Tanpa Celah Operasional

TMS EasyGo 2.0 dirancang mengikuti alur kerja “8 Tahap, 0 Celah”, yang menghubungkan seluruh proses mulai dari Fleet Management, Order Entry, Planning Order, Assign Order, Loading, In Journey, Proof of Delivery, hingga Invoicing.Seluruh proses tersebut berjalan dalam satu alur yang sama dan dapat dipantau secara real-time melalui Transportation Management Centre atau TMC, pusat kendali operasional milik EasyGo.

Melalui TMC, perusahaan dapat memantau posisi armada, status perjalanan, ketepatan waktu pengiriman, kondisi perawatan kendaraan, peringatan pelanggaran, anomali operasional, hingga indikator kinerja utama melalui satu dashboard terpusat.Sistem ini tidak hanya membantu perusahaan mengetahui di mana kendaraan berada, tetapi juga memberikan gambaran mengenai apa yang sedang terjadi dalam keseluruhan proses operasional.

 

Modul Unggulan TMS EasyGo 2.0

Fleet Management dan Maintenance Control Advanced

Modul Fleet Management membantu perusahaan mencatat dan mengelola informasi armada secara menyeluruh melalui Master Vehicle, termasuk data kendaraan, biaya tetap, utilisasi, serta riwayat operasional.Di dalamnya terdapat Maintenance Control Advanced, yang membantu perusahaan mengelola perawatan armada secara lebih terstruktur melalui tiga pendekatan, yaitu preventive maintenance, pemeriksaan kelayakan kendaraan sebelum beroperasi, serta penanganan korektif ketika ditemukan anomali.

Jadwal servis dapat diatur berdasarkan waktu maupun jarak tempuh. Sistem juga mendukung Pemeriksaan Pra Harian atau P2H secara digital, pengiriman peringatan otomatis kepada mekanik dan supervisor, pencatatan pekerjaan bengkel, hingga laporan biaya dan penggunaan suku cadang.

Dengan pendekatan ini, perawatan tidak lagi hanya dilakukan setelah kendaraan mengalami kerusakan. Tim dapat membaca tanda-tanda lebih awal dan mengambil tindakan sebelum kendala berkembang menjadi downtime yang lebih besar.

Route Planner

Route Planner membantu dispatcher merencanakan perjalanan secara otomatis berdasarkan titik pengiriman, urutan tujuan, estimasi jarak, waktu tempuh, dan kebutuhan armada. Dalam demonstrasi pada acara peluncuran, sistem dapat mengoptimalkan sepuluh titik pengiriman dalam hitungan detik, dibandingkan proses manual yang sebelumnya dapat memerlukan waktu dua hingga tiga jam.

Selain mempercepat perencanaan, Route Planner juga membantu perusahaan mengurangi jarak tempuh yang tidak diperlukan, meningkatkan utilisasi armada, memperkirakan waktu kedatangan, serta mendukung pengiriman multidrop secara lebih terukur.

Live Tracking dan AI-Powered Monitoring

TMS EasyGo 2.0 menghadirkan monitoring yang tidak berhenti pada titik koordinat kendaraan. Melalui integrasi dengan AI MDVR Dashcam, perusahaan dapat mengakses tampilan video langsung dari kendaraan serta memperoleh peringatan otomatis ketika sistem mendeteksi kondisi berisiko, seperti kelelahan pengemudi, penggunaan telepon saat berkendara, aktivitas merokok, pelanggaran rute, kecepatan berlebih, dan potensi tabrakan.

Rekaman kejadian dapat tersimpan dalam sistem untuk mendukung evaluasi keselamatan, investigasi insiden, dan pembinaan pengemudi. Teknologi ini memberikan konteks yang lebih lengkap kepada tim operasional. GPS dapat menunjukkan lokasi kendaraan, sementara AI membantu menjelaskan kondisi yang terjadi selama perjalanan.

Easy Connect

Easy Connect memungkinkan perusahaan logistik saling berbagi kapasitas armada melalui jaringan komunitas pengguna TMS EasyGo. Ketika kapasitas armada internal tidak mencukupi, perusahaan dapat membagikan kebutuhan kendaraan melalui fitur Cargo Blast. Sebaliknya, perusahaan yang memiliki armada sedang tidak digunakan dapat menawarkan kapasitas tersebut kepada pengguna lain dalam jaringan.

Setelah kedua pihak terhubung, Easy Connect memberikan akses monitoring secara real-time, sehingga armada mitra dapat dipantau seperti armada milik sendiri. Kesepakatan komersial tetap dilakukan secara langsung oleh masing-masing perusahaan, sedangkan EasyGo berperan dalam menghadirkan konektivitas dan visibilitas operasional.

Dengan demikian, armada yang sebelumnya tidak produktif berpeluang menjadi sumber pendapatan, sementara perusahaan yang membutuhkan kapasitas tambahan dapat merespons permintaan pelanggan dengan lebih cepat.

Smart Seal dan Digital Cargo Protection

Untuk meningkatkan keamanan muatan, TMS EasyGo 2.0 dapat diintegrasikan dengan Smart Seal, segel elektronik yang terhubung dengan GPS dan geofence.

Muatan dapat disegel secara digital sejak proses pemuatan di gudang dan hanya dapat dibuka ketika kendaraan telah berada di lokasi tujuan yang telah ditentukan. Apabila terjadi upaya pembukaan di luar wilayah yang diizinkan, sistem akan mengirimkan peringatan secara real-time kepada tim operasional.

E-POD dan Invoicing

Pada tahap penyelesaian pengiriman, pengemudi dapat mengunggah foto kondisi barang dan tanda tangan digital melalui fitur Electronic Proof of Delivery atau E-POD. Setelah pengiriman dinyatakan selesai, data dapat diteruskan ke proses invoicing dan diintegrasikan dengan sistem keuangan atau ERP perusahaan.

Hal ini membantu mengurangi proses pencatatan ulang, mempercepat penerbitan tagihan, dan menjaga konsistensi data sejak order dibuat hingga pembayaran diproses.

Divalidasi Langsung oleh Pelaku Industri Logistik

Peluncuran TMS EasyGo 2.0 turut dihadiri oleh sejumlah pelanggan yang telah menggunakan platform EasyGo dalam kegiatan operasional mereka. Di antaranya adalah GoTrans Logistik dan Parani Arta Mandiri, yang membagikan pengalaman langsung mengenai penggunaan teknologi dalam membantu pengelolaan armada, pemantauan perjalanan, serta koordinasi operasional perusahaan.

Kehadiran para pelanggan tersebut menjadi bagian penting dalam peluncuran TMS EasyGo 2.0. Platform ini tidak hanya diperkenalkan melalui presentasi produk, tetapi juga divalidasi melalui pengalaman perusahaan yang menghadapi langsung dinamika operasional transportasi dan logistik setiap hari.  

Meskipun TMS EasyGo 2.0 didukung oleh AI, IoT, dan otomatisasi, teknologi dalam platform ini tidak ditujukan untuk menggantikan peran manusia. Sebaliknya, sistem membantu dispatcher menyusun rute dengan lebih cepat, membantu pengemudi memperoleh arahan dan peringatan keselamatan, membantu mekanik membaca kebutuhan perawatan lebih awal, serta membantu manajemen memahami kondisi operasional tanpa harus menunggu laporan manual.

Di balik setiap dashboard terdapat tim yang memastikan kendaraan siap beroperasi, pengemudi bekerja dengan aman, barang tiba sesuai tujuan, dan pelanggan memperoleh layanan yang dapat diandalkan.Karena itu, TMS EasyGo 2.0 dikembangkan bukan sekadar sebagai sistem dengan lebih banyak fitur, tetapi sebagai alat kerja yang membantu setiap orang mengambil keputusan dengan lebih cepat, tepat, dan percaya diri.

 

Berkembang Bersama Kebutuhan Bisnis

TMS EasyGo 2.0 menggunakan konsep platform modular. Perusahaan dapat menggunakan sistem inti dan menambahkan modul sesuai kebutuhan, kompleksitas, serta perkembangan skala operasional tanpa harus mengganti keseluruhan platform.Pendekatan tersebut membuat TMS EasyGo 2.0 dapat diterapkan pada berbagai sektor, mulai dari perusahaan transportasi dan logistik, pemilik barang, distribusi dan FMCG, angkutan penumpang, rental kendaraan, pertambangan, hingga perusahaan yang mengelola kendaraan operasional dalam jumlah besar.

TMS EasyGo sendiri dirancang sebagai fondasi operasional yang dapat dikembangkan melalui berbagai modul, mulai dari efisiensi rute dan pengelolaan armada hingga kontrol biaya dan keamanan operasional.Peluncuran TMS EasyGo 2.0 menjadi bagian dari perjalanan EasyGo Indonesia dalam mendukung transformasi digital transportasi dan logistik nasional. Sejak berdiri pada 2006, EasyGo telah mengembangkan solusi GPS tracking, Fleet Management System, Electronic Seal, Transportation Management System, layanan berbasis cloud, Transportation Management Centre, serta monitoring visual berbasis AI.

“Connected Transport & Logistics – Now Evolved adalah gambaran perjalanan kami bersama pelanggan. TMS EasyGo 2.0 bukan sekadar versi baru, tetapi langkah lanjutan untuk membangun operasional transportasi yang semakin terhubung, terlihat, aman, dan terkendali,”tutup Andrian.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *