Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pelabuhan

Komoditas Unggulan Ekspor Lampung Melonjak , Arus Peti Kemas di Pelabuhan Panjang Naik 7,4 Persen

65
×

Komoditas Unggulan Ekspor Lampung Melonjak , Arus Peti Kemas di Pelabuhan Panjang Naik 7,4 Persen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Aktivitas logistik di Pelabuhan Panjang mengalami kenaikan dengan  didorong peningkatan ekspor sejumlah komoditas unggulan dari Lampung. Hingga Mei 2026, arus peti kemas di terminal tersebut mencapai 50.287 TEUs, meningkat 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 46.824 TEUs. Kenaikan volume peti kemas ini mencerminkan semakin kuatnya aktivitas perdagangan dari salah satu daerah penghasil komoditas ekspor utama di Sumatera.

Di lingkungan PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), Area Panjang bahkan menjadi wilayah dengan pertumbuhan throughput tertinggi kedua secara nasional hingga Mei 2026.Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan, pertumbuhan trafik peti kemas di Pelabuhan Panjang menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi barang dan aktivitas perdagangan di Lampung serta wilayah sekitarnya.

Example 300x600

“Pertumbuhan throughput di Area Panjang yang berada di atas rata-rata pertumbuhan IPC TPK secara nasional menunjukkan peran strategis terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan di wilayah Lampung. Kami akan terus menjaga keandalan layanan untuk memastikan kebutuhan pengguna jasa dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Daniel dalam siaran pers,(25/6).

Kinerja positif tersebut ditopang oleh lonjakan ekspor berbagai komoditas. Pengiriman tapioca starch tercatat melonjak 267,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor frozen shrimp tumbuh 28,9 persen, nanas meningkat 22,93 persen, dan refined glycerine naik 21,9 persen. Tidak hanya ekspor, aktivitas perdagangan domestik juga menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat.

Hingga Mei 2026, arus peti kemas domestik mencapai 28.163 TEUs atau naik 10,04 persen secara tahunan. Adapun peti kemas internasional tercatat sebanyak 22.124 TEUs, meningkat 4,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan trafik logistik di Pelabuhan Panjang sejalan dengan pertumbuhan perdagangan luar negeri Lampung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, nilai ekspor daerah tersebut pada April 2026 mencapai 504,59 juta dollar AS atau naik 43,29 persen dibandingkan April 2025. Pada periode yang sama, nilai impor juga meningkat 51,56 persen menjadi 172,40 juta dollar AS.

Pertumbuhan perdagangan tersebut semakin memperkuat posisi Pelabuhan Panjang sebagai salah satu simpul logistik utama di Sumatera bagian selatan. Pelabuhan ini berperan penting dalam mendukung distribusi komoditas perkebunan, produk pangan olahan, hingga barang manufaktur untuk pasar domestik maupun ekspor.

Secara nasional, IPC TPK membukukan throughput sebesar 1,49 juta TEUs hingga Mei 2026 atau tumbuh 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan pertumbuhan mencapai 7,4 persen, kinerja Area Panjang berada di atas rata-rata pertumbuhan perusahaan secara nasional.

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *