Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pelabuhan

Kinerja Operasional Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Naik Dua Kali Lipat Berkat Sistem Drop Tank

43
×

Kinerja Operasional Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Naik Dua Kali Lipat Berkat Sistem Drop Tank

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) sebagai operator terminal nonpetikemas di Pelabuhan Pulau Baai mendukungnya melalui layanan drop tank. Dengan layanan drop tank, produktivitasnya menjadi lebih tinggi hingga dua kali lipat dari metode konvensional.

“Penerapan sistem drop tank merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa, kecepatan operasional dan efesiensi biaya logistik, serta safety dalam penanganan kargo curah cair,” ujar Mochammad Choiron Yusuf, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu dalam siaran pers(9/6).

Example 300x600

Pada 8-9 Juni 2026, layanan drop tank dioperasionalkan untuk penanganan curah cair melalui pemuatan 3.500 ton komoditas Olein menggunakan kapal MT Bangun Rejo dengan tujuan Jawa Tengah. Kegiatan curah cair dengan metode drop tank ini dilakukan oleh PTP Nonpetikemas di Dermaga Nusantara Luar Lama, Pelabuhan Pulau Baai.

Sistem drop tank adalah metode penanganan kargo curah cair yang memungkinkan muatan dari truk ditampung terlebih dahulu pada tangki transit sebelum dipompa ke kapal. Metode ini diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses pemuatan, serta menjaga keamanan dan kualitas muatan.

“Pemuatan 3.500 ton Olein menunjukkan kesiapan Pelabuhan Pulau Baai dalam melayani komoditas curah cair secara lebih efektif, efisien, dan aman. Ini adalah layanan kedua yang dilakukan oleh PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, setelah yang perdana pada awal Mei 2026,” ungkap Choiron.

Penerapan sistem drop tank mampu meningkatkan kinerja operasional yang tercermin dari pencapaian produktivitas Ton/Gang/Hour (T/G/H) 84 ton per jam. Angka ini melampaui target 63 ton per jam, yang ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Sementara metode konvensional hanya 40 ton per jam.

Peran Pelabuhan Pulau Baai kian besar dalam mendukung distribusi komoditas unggulan Bengkulu ke berbagai wilayah di Indonesia. Penerapan sistem drop tank mampu mengoptimalkan proses operasional.

Komoditas Olein merupakan salah satu produk turunan kelapa sawit yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri pangan, minyak goreng, serta berbagai produk manufaktur lainnya. Kelancaran distribusi komoditas ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas industri dan rantai pasok nasional.

General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi mengatakan, pemuatan Olein menjadi salah satu indikator meningkatnya pemanfaatan Pelabuhan Pulau Baai dalam mendukung distribusi komoditas unggulan daerah.

“Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran strategis sebagai gerbang perdagangan dan logistik Provinsi Bengkulu. Seiring dengan upaya normalisasi alur pelayaran yang terus dilakukan, kami optimistis kapasitas dan aktivitas kepelabuhanan di Pulau Baai akan semakin meningkat,” ucapnya.

Hal ini membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan arus barang, peningkatan konektivitas logistik, serta pengembangan sektor industri dan perdagangan di Bengkulu,” ujar Dimas.

Disampaikannya bahwa Pelindo bersama seluruh entitas dalam Pelindo Group, termasuk PTP Nonpetikemas, terus berkolaborasi meningkatkan keandalan layanan dan kesiapan infrastruktur pelabuhan agar mampu mengakomodasi kebutuhan logistik yang terus berkembang.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan operasional serta fasilitas, baik layanan curah cair dan curah kering maupun general cargo, untuk mengakomodasi pertumbuhan arus barang dari sektor perkebunan, pertambangan, juga industri lainnya,” tutur Dimas.

Menurut SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, implementasi layanan drop tank merupakan bagian dari program inovasi dan strategi perusahaan yang sebelumnya telah diimplementasikan di Pelabuhan Pangkal Balam. “Pelabuhan Pulau Baai adalaj cabang kedua yang mengimplementasikannya,” katanya.

PTP Nonpetikemas, kata Fiona, bukan hanya meningkatkan produktivitas operasional, tapi terus mendorong penerapan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) pada setiap kegiatan bongkar muat.

Untuk realisasi throughput-nya, PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu mencatat 1,02 juta ton/m3 hingga Mei 2026. Pertumbuhan 3,88% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 didukung oleh pertumbuhan pada sejumlah komoditas yang menjadi penopang aktivitas operasional di wilayah Bengkulu.

Kinerja menonjol ditunjukkan oleh kemasan curah cair yang membukukan realisasi 212,700 ton atau meningkat 93,97%. Segmen ini juga melampaui RKAP dengan pencapaian 174,38%, yang mencerminkan tingginya aktivitas layanan pada komoditas tersebut.

Pertumbuhan positif juga tercatat pada kemasan bag cargo dengan realisasi 33.500 ton, meningkat 79% dan melampaui target dengan tingkat pencapaian 116,72%. Kemasan curah kering menjadi kontributor terbesar terhadap total throughput Cabang Bengkulu dengan realisasi 774,700 ton.

Bengkulu memiliki peran strategis dalam mendukung rantai logistik nasional, khususnya untuk komoditas curah kering, seperti batu bara, clinker, limestone, dan cangkang. PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu juga melayani curah cair, seperti CPO dan aspal, serta general cargo berupa heavy equipment, material konstruksi, bag cargo, juga petikemas

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *