Resmi Terjual Rp 2,44 triliun, Kini Tol Cibitung - Cilincing Bukan Lagi Milik Waskita Karya

By TransGO 11 Okt 2021, 10:00:00 WIB Transportasi
Resmi Terjual Rp 2,44 triliun, Kini Tol Cibitung - Cilincing Bukan Lagi Milik Waskita Karya

PT Waskita Toll Road (WTR) telah menuntaskan transaksi divestasi dengan PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) untuk tol Cibitung - Cilincing . Dalam transaksi ini, PT WTR melepas 55 persen sahamnya di dalam PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways kepada API sehingga kini kepemilikan anak usaha PT Pelindo II itu menjadi 100 persen.

 

Nilai transaksi dari divestasi itu sebesar Rp 2,44 triliun atau setara dengan 1,96 kali Price to Book Value (PBV). Dengan begitu, beban utang Waskita Karya diperkirakan dapat turun melalui dekonsolidasi hingga Rp 5,82 triliun. Divestasi aset adalah salah satu upaya Waskita Karya untuk keluar dari jerat hutang.

Baca Lainnya :

 

Termasuk dalam 8 stream penyehatan keuangan kontraktor pelat merah tersebut. Dinjelaskan transaksi itu adalah momentum dan sinyal baik bagi WTR dalam menjalankan proses bisnisnya sebagai perusahaan pengembang jalan tol di Indonesia.

 

"Transaksi ini juga mendukung proses restrukturisasi yang dilakukan perseroan secara keseluruhan,” ujar Ratna Ningrum, SVP Corporate Secretary  Waskita Karya dalam siaran pers (8/10).

 

Sejak awal tahun 2021, emiten dengan kode saham WSKT ini telah menyelesaikan divestasi atas 4 ruas jalan tol. Keempat ruas tol tersebut meliputi ruas tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi, tol Semarang – Batang, tol Cinere – Serpong, serta tol Cibitung – Cilincing.

 

Adapun ruas tol Cibitung – Cilincing merupakan bagian dari Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 dengan panjang 34,76 kilometer. Ruas tol ini rencananya juga akan terhubung dengan jalan Tol Cimanggis – Cibitung dan Jalan Tol Akses Tanjung Priok. Penyebab lonjakan utang Waskita Karya pada tahun 2019.

 

Utang itu berasal dari mandat yang diterima perseroan untuk menuntaskan sejumlah penugasan pemerintah.Saat itu utang emiten konstruksi tersebut mencapai level tertinggi sebesar Rp 90 triliun, terdiri atas Rp 70,9 triliun utang bank dan obligasi serta sekitar Rp 20 triliun utang vendor.

 

Teks: Redaksi

Foto: Kementerian PUPR




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment