Pelindo Solusi Logistik Fokus Kembangkan Bisnis Logistik dan Hinterland di Sekitar Pelabuhan

By TransGO 01 Des 2022, 10:37:57 WIB Pelabuhan
Pelindo Solusi Logistik Fokus Kembangkan Bisnis Logistik dan Hinterland di Sekitar Pelabuhan

Subholding PT Pelindo Solusi Logistik (PSL) telah satu tahun lebih beroperasi sejak merger grup PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terbentuk pada 1 Oktober 2021. PSL kini masih terus mengembangkan bisnis logistik dan hinterland atau industri yang ada di sekitar pelabuhan.

Berkaitan dengan itu, PSL turut berkepentingan mengelola akses menuju dan dari pelabuhan untuk memperlancar arus barang sekaligus mengoptimalkan aset-aset yang ada di Pelindo, termasuk depo dan gudang. Hal ini untuk mencapai visi perusahaan sebagai “The Best Solution Provider for an Integrated Logistics Ecosystem. Joko Noerhudha, Direktur Utama Pelindo Solusi Logistik mengatakan, pembenahan jalan akses menuju Tanjung Priok dari arah hinterland di Timur Jakarta menjadi fokus bagi PSL. Sebab, sebanyak 60% barang datang dari kawasan industri di timur Jakarta.

Pelindo sebenarnya sudah mengoperasikan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) sejak 20 September 2022 dengan panjang 27,1 kilometer (km). Namun, ruas JTCC masih terlihat sepi karena ada satu segmen lagi yang sedang dikebut penyelesaiannya dan ditargetkan akan tuntas pada akhir 2022.

Baca Lainnya :

Segmen yang dimaksud adalah ruas Tarumajaya-Cilincing sepanjang 7,28 km. Jalan tol ini juga nantinya akan terhubung langsung dengan Terminal Kalibaru atau New Priok Container Terminal melalui New Priok Eastern Access.

Jika ruas tol ini sudah beroperasi penuh, waktu tempuh Cibitung menuju Tanjung Priok hanya sekitar setengah jam. Saat ini, truk-truk menuju Tanjung Priok melalui Jalan Tol Cikampek kemudian masuk ke Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi E dengan waktu tempuh normal sekitar 1-1,5 jam.

Namun, pada jam-jam sibuk, seperti pada sore hari, waktu tempuh bisa melar sampai lebih dari 2 jam.Selain akses jalan tol, PSL juga melakukan kegiatan transportasi multimoda untuk menyiapkan beberapa akses, sehingga dapat memperlancar arus barang menuju dan keluar dari pelabuhan.

Salah satunya adalah jalur kereta api dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Simalungun, Sumatera Utara ke Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung di Selat Malaka yang berjarak sekitar 50 km. Pelindo Group tengah mengembangkan Kuala Tanjung sebagai hub untuk logistik dan rantai pasok.

Selain fokus pada akses, PSL juga melakukan bisnis pergudangan dan pengembangan hinterland. Seperti diketahui, pasca serah terima operasi pada awal Januari 2022, PSL kini memiliki ratusan depo dan gudang yang dulu dikelola Pelindo I-IV dan anak-anak usahanya.

“Kami ingin mengoptimalkan utilisasi gudang-gudang yang ada di bawah pengelolaan PSL,” kata Joko dalam siaran pers (24/11)Di bisnis logistik, PSL dituntut mampu memberikan value kepada pelanggan dengan menawarkan efisiensi dan visibiltas proses melalui standarisasi dan digitalisasi layanan.

Para pemilik barang sekarang bisa memanfaatkan keunggulan lokasi dan layanan gudang-gudang Pelindo untuk kegiatan konsolidasi barang ekspor atau impor maupun sebagai buffer inventory. Alhasil, pengguna jasa tak perlu lagi membangun gudang sendiri.

“Mereka mendapatkan layanan yang lebih efisien, visibilitas proses tracking, ditambah dengan lokasi gudang yang berada di wilayah atau dekat dengan pelabuhan,” imbuh Joko.

PSL juga masuk ke bisnis trucking agar bisa memberikan layanan logistik yang sepenuhnya terintegrasi. Joko menekankan, PSL tidak akan masuk ke bisnis antaran ke konsumen (point to point) atau biasa disebut Business to Consumer (B2C), melainkan Business to Business (B2B) berupa kegiatan antar-jemput barang dari gudang ke pelabuhan atau sebaliknya.

Tak hanya itu, PSL juga fokus pada pengembangan hinterland yang benar-benar berada di belakang pelabuhan. Salah satunya di Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat.Kawasan industri di sana menempel dengan pelabuhan, sehingga transportasinya benar-benar efisien, baik untuk bahan baku maupun produk akhir.

Di Tanjung Benoa, Bali juga terdapat Bali Maritime Tourisme Hub (BMTH). Di sana, PSL fokus pada pengembangan Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk high value product yang diangkut melalui moda transportasi udara sebagai alternatif mengantisipasi kawasan logistik Bandara I Gusti Ngurah Rai yang sudah sangat padat.

Sementara itu, di ruas JTCC nantinya PSL akan membangun Logistic Hub yang menyatu dengan rest area. Di Logistic Hub, para pemilik barang bisa mengkonsolidasikan barangnya agar bisa diangkut melalui kapal dengan biaya yang lebih efisien.Saat ini, PSL mengoperasikan jaringan logistik dan hinterland development di lebih dari 40 wilayah kerja yang tersebar di seluruh Indonesia dan mengelola 6 anak usaha.

Di antaranya adalah PT Multi Terminal Indonesia, PT Akses Pelabuhan Indonesia, PT Prima Indonesia Logistik, PT Nusantara Terminal Services, PT Menara Maritim Indonesia, dan PT Prima Pengembangan Kawasan yang terus memberikan layanan secara end-to-end dengan memperluas konektivitas dan menciptakan kemitraan strategis.

 

Teks: Redaksi

Foto: Pelindo




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment