Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya dan Waskita Berbagi Tugas

By TransGO 28 Jun 2022, 10:39:54 WIB Transportasi
Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya dan Waskita Berbagi Tugas

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dari Provinsi Lampung hingga Aceh. Di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini tengah mempercepat pembangunan Ruas Kayu Agung - Palembang - Betung (Kapalbetung) seksi 2 (Kramasan-Musilandas) 24,9 km dan seksi 3 (Musilandas - Betung) 44,3 km serta ruas Tol Simpang Indralaya - Muara Enim sepanjang 119 km. 

Penyelesaian seksi 2 dan 3 akan melengkapi seksi 1 dan 3 (segmen Kayu Agung - Kramasan) sepanjang 37,6 km yang telah selesai dan beroperasi. Tol Kayu Agung - Palembang – Betung merupakan bagian dari koridor utama (backbone) Jalan Tol Trans Sumatera untuk meningkatkan konektivitas antara kota/kawasan di Pulau Sumatera bagian selatan.

Tol ini akan mengintegrasikan konektivitas kawasan, memperlancar arus distribusi barang dari pusat industri di koridor Palembang - Jambi. “Jalan tol ini juga terkoneksi dengan jalan nasional di Sumatera, sehingga harapan kami juga dapat mendukung pengembangan wilayah, khususnya di Sumatera Selatan,” ujar Triono Junoasmono Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR dalam siaran pers (25/6).

Baca Lainnya :

Ia menambahkan, saat ini progres pembebasan lahan seksi 2 dan 3 (Kramasan-Betung) telah mencapai 87,5 % dan progres konstruksinya mencapai 35 % dengan target penyelesaian pada Agustus 2023. Pembangunannya dilaksanakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Waskita Sriwijaya Tol dengan total investasi sebesar Rp22,17 triliun.

"Ruas ini (Kapalbetung) membentang sepanjang 111,7 km dikerjakan oleh kontraktor PT. Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT. Yasa Patria Perkasa memiliki 7 buah Simpang Susun (SS)," tambahnya. 

Sementara untuk pembangunan Jalan Tol Simpang Indralaya - Muara Enim sepanjang 119 Km terbagi menjadi 2 Seksi yakni, Seksi 1 Simpang Indralaya - Prabumulih sepanjang 65 Km dan Seksi 2 Prabumulih - Muara Enim sepanjang 54 Km. 

Untuk Seksi 1 sendiri dari Simpang Indralaya - Prabumulih progres pembebasan lahan mencapai 96 persen sedangkan konstruksinya mencapai 82,9 persen, ditargetkan akan selesai konstruksinya pada Desember 2022.

Sedangkan Seksi 2 dari Prabumulih hingga Muara Enim saat ini progres pembebasan lahan mencapai 19,0 persen sedangkan konstruksinya mencapai 8,7 persen, ditargetkan akan selesai konstruksinya pada tahun 2024.

Pembangunannya Jalan Tol Simpang Indralaya - Muara Enim dilaksanakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) oleh kontraktor PT. Hutama Karya Infrastruktur memiliki 3 buah Simpang Susun (SS) dengan biaya investasi senilai Rp24, 1 triliun.

 

Teks: Redaksi

Foto: Hutama Karya




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment