Gangguan Sistem CEISA, GINSI: Ratusan Dokumen Impor Tersendat, Biaya Logistik Naik

By TransGO 13 Jul 2021, 12:00:00 WIB Logistik
Gangguan Sistem CEISA, GINSI: Ratusan Dokumen Impor Tersendat, Biaya Logistik Naik

Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) mengeluhkan ratusan dokumen importasi tidak bisa terproses akibat adanya gangguan sistem Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu, sejak Kamis pekan lalu hingga sekarang.

Kondisi tersebut berimbas pada layanan ekspor impor secara nasional, baik yang melalui pelabuhan maupun bandara. Kondisi ini juga menyebabkan biaya logistik nasional melambung. "Banyak pengaduan dan laporan perusahaan importir anggota GINSI karena kegiatan importasinya tidak bisa terproses dan tersendat akibat CEISA,”kata Erwin Taufan, Ketua bidang Logistik dan Perhubungan BPP GINSI dalam siaran pers (12/7).

Pihaknya mendesak agar pihak Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu dapat segera menyelesaikan masalah tersebut. Apalagi kejadian seperti ini juga seringkali terulang. Terlebih, untuk dokumen ekspor sudah bisa dilayani secara manual, tetapi untuk impor belum bisa. Rencana perusahaan importir jadi berantakan dan berisiko merugi.

Baca Lainnya :

"Kerugiannya bisa mencapai ratusan milliar karena barang terlambat keluar dan harus terkena beban biaya tambahan berupa storage, demurage danlainnya di pelabuhan," ujarnya

Ia menambahkan, sebelum melakukan upgrade sistem CEISA ke model terbaru 4.0, seharusnya dapat disiapkan terlebih dahulu backup sistemnya, sehingga saat terjadi trouble tidak mengganggu pada seluruh proses bisnis ekspor impor.

Menurutnya, gangguan pada sistem CIESA menyebabkan layanan kepabeanan seperti pengajuan dokumen impor barang (PIB), billing, pengurusan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB), nota pelayanan ekspor (NPE) secara online tidak bisa terproses.

"Kalau dilayani manual dan harus datang ke loket itu kan sama halnya menciptakan kerumunan. Padahal sekarang ini masih diberlakukan PPKM," tegasnya.

Berdasarkan informasi dari CEISA Command Center, menyebutkan sehubungan dengan masih berjalannya proses pemindahan data dari DC ke DRC yang masih memerlukan waktu lebih lama, maka aplikasi belum dapat diakses hingga proses pemindahan data tersebut selesai.

Teks: Redaksi

Foto: Pelindo II




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment