Digruduk Sopir Logistik Ancam Demo Besar-besaran, Moeldoko Janji Fasilitasi Vaksin Covid-19

By TransGO 21 Sep 2021, 16:42:59 WIB Logistik
Digruduk Sopir Logistik Ancam Demo Besar-besaran, Moeldoko Janji Fasilitasi Vaksin Covid-19

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk membantu kerja para sopir angkutan logistik yang kerap terhambat persoalan vaksinasi COVID-19 sebagai syarat ketat perjalanan. Pihak KSP berjanji mempercepat pemberian vaksinasi COVID-19 kepada sopir angkutan logistik.

“Saya sudah menghubungi Menkes Budi Gunadi dan menjelaskan semua permasalahan para sopir. Beliau akan mendorong percepatan program vaksinasi untuk semua sopir logistik,” kata Moeldoko, Kepala Staf Kepresiden dalam siaran pers (23/9).

Pernyataan itu disampaikan terkait pertemuan antara KSP dengan perwakilan Konfederasi Sopir Logistik Indonesia.KSP, kata Moeldoko, juga meminta Kementerian Kesehatan untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk penerapan protokol baru terkait syarat perjalanan bagi sopir logistik.

Baca Lainnya :

Sementara itu, Deputi IV KSP Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Juri Ardiantoro juga berjanji akan memfasilitasi vaksinasi gratis untuk para sopir logistik yang masih belum menerima vaksin.

Diketahui, para sopir logistik yang tergabung dalam Konfederasi Sopir Logistik Indonesia berencana untuk demonstrasi besar-besaran pada Kamis (23/9) guna menuntut kemudahan kepada pemerintah mengenai syarat perjalanan.Namun, menurut KSP, rencana demonstrasi ini batal setelah perwakilan sopir logistik bertemu dan berdialog dengan Moeldoko pada hari ini.

“Pada hari Kamis, kami ingin menggelar aksi demonstrasi serentak seluruh Indonesia, namun hari ini kami ditemui oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan besar harapan kami agar KSP bisa menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh para sopir,” kata Hadi, salah satu perwakilan dari Konfederasi Sopir Logistik Indonesia.

Para sopir mengeluhkan syarat perjalanan yang dianggap menyulitkan mereka untuk mendistribusikan logistik antar propinsi dan antar pulau. Syarat perjalanan itu, antara lain, adalah syarat tes cepat (rapid) antigen bagi para sopir logistik, terutama yang akan melakukan perjalanan dari dan menuju Pulau Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.


Mereka mengaku syarat uji cepat rapid antigen ini berlaku bagi semua sopir baik yang sudah maupun belum divaksinasi. Namun sayangnya jam pelayanan tes rapid antigen gratis ini masih sangat terbatas, yakni dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 22.00 waktu setempat.

Para sopir pun mengeluhkan pengiriman logistik di malam hari yang terhambat karena syarat tes rapid antigen ini. Bahkan, tak jarang hal ini juga menyebabkan penumpukan antrian di pelabuhan.

 

Teks: Redaksi

Foto: Istimewa




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment